Blog

Kebakaran Lahan Dekati Rumah Warga di Singkawang

0

Infopontianak.Com, SINGKAWANG – Warga Kelurahan Naram, Singkawang Utara, Janimah tidak menyangka jika api yang membakar lahan mendekati rumahnya, Kamis (6/3/2014). Saat itu, dia tengah bersantai di teras rumah bersama keluarga dan rekannya. Kebakaran lahan, menurutnya sudah lama terjadi. Namun lokasinya cukup jauh dari pemukiman.

“Tiba-tiba siang sekitar pukul 14.00 WIB ada suara kruk-kruk. Awalnya dikira apa, ternyata api. Kamipun langsung bergegas mengeluarkan barang dari rumah,” katanya kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (6/3/2014).

Menurutnya, jarak antara api dengan rumah memang sangat dekat. Oleh karenanya, barang berharga dan juga tabung gas segera ia angkut ke seberang sungai kecil depan rumahnya.
Hal serupa diungkapkan warga Naram lainnya, Mahrum (50). Ibu tujuh anak, yang tinggal tidak jauh di belakang rumah Janima ini juga kaget dengan keberadaan api. Awalnya dia mengira suaminya, Mahdar (50) yang bangun tidur siang, ngerebeh (beleter) tentang lauk yang sudah disiapkan.

“Saya heran, kenapa dia ngerebeh. Padahal lauk dan nasi sudah saya siapkan. Mungkin karena lauknya kurang pas, saya kemudian menemui suami di dapur,” katanya.

Mahrum mengatakan, ternyata saat itu suaminya menyiram atap daun di dapur karena khawatir api mengenai rumahnya. Saat itu pula dirinya panik dan berusaha ikut memadamkan.

“Ternyata suami saya itu ngomong tentang kebakaran lahan yang hampir terjadi setiap tahun. Saya kaget melihat api yang sudah dekat rumah. Rasanya (nyawa) ini sudah setengah. Saya pasrah saja. Anak saya yang demampun cepat-cepat mengemaskan barang untuk disimpan di luar,” katanya.

March 6th, 2014 by . Posted in Berita

Inilah Tulisan di Kompasiana yang Bikin Anggito Terjungkal

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Anggito Abimanyu, akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari UGM terkait dengan heboh dugaan plagiarisme, sebagaimana yang terungkap dalam tulisan di Kompasiana.

Tulisan itu, yang menggunakan nama “Penulis UGM”, mengungkap tulisan Hatbonar Sinaga yang kemudian dicuplik habis dalam tulisan Anggito. Berikut ini kutipan lengkap dari tulisan di Kompasiana yang mampu membuat seorang profesor kenamaan seperti Anggito terjungkal.

Anggito Abimanyu Menjiplak Artikel Orang?

(OPINI-nya di KOMPAS 10 Feb 2014)

Oleh: Penulis UGM

HAL yang tidak paling saya sukai dari Koran KOMPAS adalah rubrik OPINI.Sebabnya, Kompas sepertinya masih tergila-gila pada gelar, pangkat dan jabatan seseorang. Setiap hari OPINI KOMPAS hanya diisi oleh orang-orang bergelar mentereng dan ciamik dari berbagai perguruan tinggi. KOMPAS sepertinya sudah tidak mengakomodasi penulis umum (di luar kalangan akademisi) untuk mengisi rubrik OPINI-nya.

Halaman OPINI KOMPAS beberapa tahun belakangan ini nyaris mirip bahan perkuliahan di perguruan tinggi. Konseptual, njlimet, teoritis dan berjarak dengan masyarakat awam. Mungkin bagi KOMPAS, dengan mengakomodasi tulisan hanya dari kalangan akademisi (dan orang-orang beken) diyakini image “bonafid” akan diraih. Padahal sebaliknya, tulisan para akedemisi bikin pusing, membosankan, kaku dan sering tidak kontekstual dengan kebutuhan dan permasalahan sehari-hari (di masyarakat negara).

Entah apa yang menyebabkan KOMPAS berlaku demikian akhir-akhir ini. Padahal hingga sepuluh tahunan yang lalu, tatkala halaman OPINI KOMPAS masih terbuka untuk umum, terasa sangat berwarna dan menarik. Dahulu penulis OPINI KOMPAS bisa datang dari kalangan mahasiswa, seniman, profesional, wiraswastawan, penulis, ibu rumah tangga dan orang awam lainnya yang memiliki kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan dengan baik.

“Tergila-gilanya” KOMPAS dengan penulis para akdemisi akhir-akhir ini sangat klop dengan kebutuhan para akademisi untuk mendapatkan kredit poin (KUM) dari menulis artikel di koran. Harap tahu saja, bahwa artikel para akademisi yang dimuat di koran mendapat kredit poin dari Dikbud untuk kenaikan pangkat dan tunjangan. Padahal tidak selamanya tulisan akdemisi (dan bergelar panjang) isinya menarik dan kontekstual dengan permasalahan terkini dan harian yang sedang berkembang.

Sudah ratusan (bahkan ribuan) penulis dari kalangan di luar akademisi yang opininya mental di tangan desk opini KOMPAS. Bukan karena tulisannnya jelek melainkan ketiadaan gelar yang panjang, pangkat dan jabatan yang disandang. Baru dikirim langsung disortir masuk kotak sampah di kantor redaksi. Beda dengan kalangan akademisi (bisa jadi redaktur belum membaca judul dan isinya), sekedar baca namanya langsung diacc untuk dimuat.

Nah, dari perilaku (yang kemungkinan seperti itu) sesekali redaktur suatu saat pasti akan kecolongan juga. Misalnya akademisi tenar, dengan jabatan seabrek, gelar luar negeri dan panjang pula, namun tidak berintegritas, contohnya melakukan plagiasi atau menjiplak karya orang.

Apa sih kurangnya Anggito Abimanyu itu? Gelar doktor (luar negeri pula), jabatan seabrek, tapi menulis OPINI di Kompas (10 Februari 2014) yang sebagian besar isinya ternyata “mengakuisisi” karya orang lain, yang notabene bukan siapa-siapa alias awam. Cilakanya lagi, materi yang dijiplak plek kalimat per kalimat itu ternyata pernah nagkring di KOMPAS pada tahu 2006.

Ini link Opini Anggito Abimanyu yang menjiplak karya orang awam itu:

http://budisansblog.blogspot.co.uk/2014/02/gagasan-asuransi-bencana.html?m=1

Ini link Opini Hatbonar Sinaga yang nyaris semuanya dijiplak Anggito:

http://www.munawarkasan.com/index.php/artikel-asuransi/43-menggagas-asuransi-bencana

Inilah bagian-bagian dari artikel milik Hatbonar Sinaga ( 2006) dengan OPINI Anggito Abimanyu di Kompas 10 Feb 2014:

Hatbonar: Dalam buku The 100 Greatest Disasters of All Time karya Stephen J Spignesi, dua bencana di Indonesia masuk peringkat ke-22 dan 30. Letusan Gunung Tambora di Sumbawa tahun 1815 merenggut 150.000 jiwa dan menurunkan suhu Bumi. Adapun letusan Gunung Krakatau tahun 1883 menelan 36.000 nyawa.

Jika buku tersebut disusun setelah tsunami Aceh, bencana yang merenggut nyawa sekitar 300.000 jiwa itu akan bertengger di posisi 18.

Anggito: Dalam The 100 Greatest Disasters of All Time karya Stephen J Spignesi, dua bencana di Indonesia berada di peringkat ke-22 dan ke-30. Pertama, letusan Gunung Tambora di Sumbawa (1815) yang merenggut 150.000 jiwa dan menurunkan suhu bumi. Kedua, letusan Gunung Krakatau (1883) yang menelan 36.000 nyawa. Jika buku itu disusun setelah tsunami Aceh, bencana yang merenggut nyawa sekitar 300.000 jiwa itu akan bertengger di posisi ke-18.

Hatbonar: Sejak tsunami Aceh pada akhir 2004 hingga saat ini, setidaknya terjadi lima bencana besar, seperti longsor di TPA Leuwigajah, gempa Nias, gempa Yogyakarta, lumpur panas Sidoarjo, dan banjir di Sinjai, dan sekitarnya.

Anggito: Sejak tsunami Aceh di akhir 2004 hingga saat ini, setidaknya terjadi enam bencana besar, seperti longsor di TPA Leuwigajah, gempa Nias, gempa Yogyakarta, lumpur panas Sidoarjo, banjir di Sinjai dan sekitarnya, dan erupsi Merapi. Perlu diperhitungkan bencana akhir-akhir ini di Sinabung dan banjir di mana-mana.

Hatbonar: Kini kita masih hangat memperbincangkan gempa dan dampak negatifnya serta kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam menolong rakyatnya, sehubungan gempa bumi dan tsunami di wilayah selatan Pulau Jawa. Data korban jiwa dan harta benda belum selesai dihimpun. Entah berapa lagi korban manusia dan harta bendanya yang tertelan peristiwa itu.

Anggito: Kini kita masih hangat membincangkan gempa dan dampak negatifnya serta kesulitan yang dihadapi pemerintah untuk menolong rakyatnya sehubungan dengan gempa bumi dan tsunami di wilayah selatan Pulau Jawa. Data korban jiwa dan harta benda belum selesai dihimpun. Entah berapa lagi korban manusia dan harta benda yang tertelan peristiwa itu.

Hatbonar: Atas dasar inilah Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (RUUPB) diusulkan DPR. Penyelenggaraan penanggulangan bencana direncanakan meliputi empat bidang, yaitu pengurangan risiko bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta penatakelolaan bencana.

RUUPB didesain untuk menggeser cara pandang respons darurat yang berorientasi jangka pendek ke manajemen risiko bencana (catastrophe risk management) dan lebih menjamin keberlangsungan (sustainability).

Anggito: Indonesia memiliki UU Nomor 24 Tahun 2007 mengenai Penanggulangan Bencana (UUPB) dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana direncanakan meliputi empat bidang: pengurangan risiko bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, dan penatakelolaan bencana. UUPB didesain untuk menggeser cara pandang respons darurat yang berorientasi jangka pendek ke manajemen risiko bencana dan lebih menjamin keberlangsungan.

Hatbonar: Namun, sayang, RUUPB sama sekali tidak menyinggung aspek asuransi. Sebagai salah satu teknik pengelolaan risiko, tak perlu disangsikan bahwa asuransi dapat berkontribusi pada tahap mitigasi risiko bencana, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pada tahapan mitigasi risiko, perusahaan asuransi bisa berpartisipasi sebagai pihak yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara-cara memperkecil kerugian akibat bencana.

Anggito: Namun, sayang, UU dan PP Penanggulangan Bencana sama sekali tak menyinggung secara spesifik aspek asuransi. Sebagai salah satu teknik pengelolaan risiko, tak perlu disangsikan bahwa asuransi dapat berkontribusi pada tahap mitigasi risiko bencana, tahap rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana. Pada tahap mitigasi risiko, perusahaan asuransi bisa berpartisipasi sebagai pihak pemberi edukasi kepada masyarakat mengenai cara memperkecil kerugian akibat bencana.

Hatbonar: Dalam kasus bencana alam, beberapa jenis asuransi bisa memberikan ganti rugi. Yang paling sering adalah asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, asuransi jiwa, atau asuransi kesehatan.

Dengan asuransi harta benda yang diperluas dengan jaminan risiko gempa bumi, rusaknya bangunan akibat gempa bumi atau tsunami bisa mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi. Juga tersedia asuransi bencana, seperti banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, atau bahkan kerusuhan sosial.

Anggito: Dalam kasus bencana alam, beberapa jenis asuransi bisa memberi ganti rugi. Yang paling sering adalah asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, asuransi jiwa, dan asuransi kesehatan. Dengan asuransi harta benda yang diperluas dengan jaminan risiko gempa bumi, rusaknya bangunan akibat gempa bumi atau tsunami bisa mendapat penggantian dari perusahaan asuransi. Tersedia juga asuransi bencana, seperti banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, bahkan kerusuhan sosial.

Hatbonar: Yang selalu inheren dengan bencana adalah korban manusia. Asuransi kecelakaan diri bisa memberikan penggantian biaya pengobatan atau memberi santunan cacat.

Bagaimana jika korban tewas? Asuransi jiwa akan memberikan santunan kepada ahli waris. Bencana juga selalu menimbulkan pengungsi yang sering kali rentan terserang penyakit. Nah, di sinilah pentingnya asuransi kesehatan. Pengungsi bisa berobat ke rumah sakit dengan biaya ditanggung perusahaan asuransi.

Anggito: Yang selalu inheren dengan bencana adalah korban manusia. Asuransi kecelakaan diri bisa memberi penggantian biaya pengobatan atau santunan cacat. Bagaimana jika korban tewas? Asuransi jiwa akan memberi santunan kepada ahli waris. Bencana juga selalu menimbulkan pengungsi yang sering rentan terserang penyakit. Nah, di sinilah pentingnya asuransi kesehatan. Pengungsi bisa berobat ke rumah sakit dengan biaya ditanggung perusahaan asuransi.

Hatbonar: Setiap terjadi bencana, pemerintah selalu merogoh APBN untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk Yogyakarta dan sekitarnya, pemerintah menggelontorkan sedikitnya Rp 6 triliun. PBB pun membantu lebih dari 80 juta dollar AS. Di sinilah perusahaan asuransi bisa berbicara banyak. Biaya rekonstruksi dan rehabilitasi dalam bentuk pembangunan rumah atau fasilitas umum tidak semuanya akan menjadi tanggungan pemerintah.

Anggito: Setiap terjadi bencana, pemerintah selalu merogoh APBN untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk Yogyakarta dan sekitarnya, pemerintah menggelontorkan sedikitnya Rp 6 triliun. PBB pun membantu lebih dari 80 juta dollar AS. Di sinilah perusahaan asuransi bisa berbicara banyak. Biaya rekonstruksi dan rehabilitasi dalam bentuk pembangunan rumah atau fasilitas umum tidak semuanya akan menjadi tanggungan pemerintah.

Hatbonar: Melalui RUUPB, pemerintah bisa menstimulus, bahkan bila perlu mewajibkan masyarakat (secara bertahap) agar mengasuransikan harta benda dan jiwanya. Sebagian masyarakat kita masih berpikir asuransi adalah nomor kesekian dalam prioritas hidupnya. Apalagi masyarakat menengah ke bawah yang masih lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Anggito: Melalui UUPB, pemerintah bisa menstimulus bahkan jika perlu mewajibkan masyarakat (secara bertahap) agar mengasuransikan harta benda dan jiwanya. Sebagian masyarakat kita masih berpikir asuransi adalah nomor sekian dalam prioritas hidupnya. Apalagi masyarakat menengah ke bawah yang masih lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Hatbonar: Saat terjadi bencana Departemen Sosial berperan pada lapisan (layer) pertama dalam mengoordinasi evakuasi korban dan bantuan sosial. Pada layer kedua, mulailah berfungsi jaminan sosial yang menjamin asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Adapun kerusakan aset tidak ada jaminan sosial. Untuk itulah diperlukan asuransi wajib.

Anggito: Saat terjadi bencana, Kementerian Sosial berperan pada lapisan pertama dalam mengoordinasi evakuasi korban dan bantuan sosial. Pada lapis kedua, mulailah berfungsi jaminan sosial yang menjamin asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Kerusakan aset tak ada jaminan sosialnya. Untuk itulah diperlukan asuransi wajib.

Hatbonar: Dalam setiap bencana, persentase klaim asuransi hanya sebagian kecil dari total kerugian. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat, yang masyarakatnya insurance minded, tidak semua mengasuransikan rumahnya terhadap ancaman bencana. Hasil riset National Hurrican Survival Initiative yang dirilis 16 Mei 2006 menyatakan, sepertiga rumah di wilayah rentan badai tidak ada asuransinya.

Hal yang sama terjadi di Jepang. Gempa bumi yang mengguncang Kobe pada Januari 1995 menghancurkan 100.000 bangunan dan 6.500 orang tewas dengan kerugian material lebih dari 110 miliar dollar AS. Klaim asuransi “hanya” 6 juta dollar AS karena kurang dari 5 persen bangunan yang diasuransikan.

Anggito: Dalam setiap bencana, persentase klaim asuransi hanya sebagian kecil dari total kerugian. Ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di AS, yang masyarakatnya insurance minded, tak semua mengasuransikan rumahnya terhadap ancaman bencana. Hasil riset National Hurrican Survival Initiative yang dirilis 16 Mei 2006 menyatakan, sepertiga rumah di wilayah rentan badai tidak ada asuransinya.

Hal yang sama terjadi di Jepang. Gempa bumi yang mengguncang Kobe pada Januari 1995 menghancurkan 100.000 bangunan dan 6.500 orang tewas dengan kerugian material lebih dari 110 miliar dollar AS. Klaim asuransi ”hanya” 6 juta dollar AS karena kurang dari 5 persen bangunan yang diasuransikan.

Hatbonar: Subsidi pembangunan rumah dari pemerintah pascabencana hanya bersifat jangka pendek. Idealnya, pemerintah membuat skema asuransi wajib untuk risiko bencana yang merupakan perluasan dari asuransi kebakaran.

Beberapa negara berkembang, seperti Turki, Iran, dan China, telah mempunyai asuransi wajib. Di Turki, misalnya, pemerintah mewajibkan asuransi gempa bumi pada rumah, ruko, maupun apartemen melalui The Turkish Catastrophic Pool. Pada tahun 2000 dengan limit harga pertanggungan 50.000 dollar AS, premi tahunan sebesar 47 dollar AS.

Dimasukkannya aspek asuransi dalam RUUPB akan memberikan banyak manfaat bagi korban bencana, pemerintah, dan industri asuransi. Dorongan berasuransi oleh pemerintah akan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia. Efeknya, pertumbuhan industri asuransi di Indonesia semakin baik.

Anggito: Subsidi pembangunan rumah dari pemerintah pascabencana hanya bersifat jangka pendek. Idealnya, pemerintah membuat skema asuransi wajib untuk risiko bencana yang merupakan perluasan dari asuransi kebakaran. Beberapa negara berkembang, seperti Turki, Iran, dan China, telah mempunyai asuransi wajib. Di Turki, misalnya, pemerintah mewajibkan asuransi gempa bumi pada rumah, ruko, dan apartemen melalui The Turkish Catastrophic Pool. Pada 2000, dengan limit harga pertanggungan 50.000 dollar AS, premi tahunan sebesar 47 dollar AS.

Dimasukkannya aspek asuransi dalam UUPB akan memberi banyak manfaat bagi korban bencana, pemerintah, dan industri asuransi. Dorongan berasuransi oleh pemerintah akan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia. Efeknya, pertumbuhan industri asuransi di Indonesia semakin baik.

Hatbonar: Tahap awal, yang paling mendesak adalah asuransi bencana terhadap rumah tinggal. Selanjutnya bisa asuransi kecelakaan diri, asuransi jiwa, dan seterusnya. Asosiasi asuransi (umum dan jiwa) hendaknya berinisiatif untuk mengajukan usulan konkret semacam Catastrophe Risk Management kepada pemerintah yang antara lain untuk mengetahui besar kecilnya risiko suatu daerah terhadap bencana tertentu, serta cara penanggulangan risiko katastropik dengan memanfaatkan metodologi manajemen risiko.

Bank Dunia juga telah mengirim utusannya ke Indonesia untuk membicarakan asuransi bencana ini, dan siap memberikan asistensi. Tunggu apalagi!

Anggito: Tahap awal, yang paling mendesak adalah asuransi bencana terhadap rumah tinggal. Selanjutnya bisa asuransi kecelakaan diri, asuransi jiwa, dan seterusnya. Asosiasi asuransi (umum dan jiwa) hendaknya berinisiatif mengajukan usulan konkret semacam manajemen risiko katastrofik kepada pemerintah yang antara lain untuk mengetahui besar kecilnya risiko suatu daerah terhadap bencana tertentu dan cara penanggulangan risiko katastrofik dengan memanfaatkan metodologi manajemen risiko.

Semoga dengan adanya ini bisa membawa hikmah buat KOMPAS untuk tidak menyepelekan orang awam yang tak bergelar dan berpangkat untuk ikut berkiprah membangun bangsa ini melalui aktivitas menulis di KOMPAS. Semoga!

February 17th, 2014 by . Posted in Berita

Ngeri! Restoran "Ekstrem" Sajikan Daging Manusia

0

Infopontianak.Com, LAGOS - Sebuah restoran di negara bagian Anambra, Nigeria dilaporkan ke pihak berwajib karena menyajikan daging manusia. Akibatnya Pemerintah setempat menutup restoran tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sedikitnya dua kepala manusia yang masih berdarah dibungkus semacam kertas dalam penggerebekan yang digelar pada Kamis (12/2/2014). Mendapatkan bukti itu, polisi kemudian menangkap 11 orang termasuk pemilik restoran “ekstrem” itu.

Selain itu, polisi juga menyita dua senapan serbu AK-47, sejumlah senjata api lainnya, ratusan amunisi, dan beberapa telepon genggam.

Polisi mengatakan, di restoran itu daging manusia dijual dengan harga yang sangat mahal. Bahkan kepala manusia panggang juga tersaji dalam menu. Seorang pastor sangat terkejut karena dia pernah menyantap daging yang disajikan restoran tersebut.

“Setelah makan saya harus membayar daging itu dengan harga 700 naira (Rp 50.000). Saya sangat terkejut. Saya tidak tahu daging yang sangat mahal itu adalah daging manusia,” kata pastor yang tak disebutkan namanya itu.

“Apa yang terjadi di negeri ini? Bisakah Anda bayangkan manusia menjual daging manusia lainnya untuk dikonsumsi? Saya mulai mengkhawatirkan manusia di belahan dunia ini,” tambah dia.

Seorang penduduk lokal mengatakan, dia kerap melihat orang-orang mencurigakan di restoran itu. “Jadi saya tak kaget jika polisi menemukan hal mengerikan di sana,” ujar penduduk itu.

Sejauh ini belum diperoleh informasi sudah berapa lama restoran itu menyajikan daging manusia dan bagaimana pengelola rumah makan mendapatkan daging manusia.

Praktik kanibalisme memang terkadang terjadi di sejumlah bagian Nigeria. Namun, kasus ini adalah pertama kalinya daging manusia dijual untuk dikonsumsi.

February 13th, 2014 by . Posted in Berita

Penjual Menawari Micky Seharga Rp 1 Juta (2)

0

Infopontianak.Com – Penantian Fiona agar Micky, anjing kesayangannya kembali berbuah manis setelah menempelkan foto dan memasang iklan di media cetak lokal. Fiona menerima telepon dari seseorang yang mengaku membawa anjingnya. Pria paruh baya yang baik itu adalah Thomas. Pria bertempat tinggal di Sandai, Kabupaten Ketapang.

“Dia menyakinkan saya, tunjukkan foto Micky melalui BBM. Akhirnya koko saya ke sana menjemput Micky,” ungkapnya.

Keputusan pun diambil menjemput Micky. Perjalanan ratusan kilometer pun ditempuh abang Fiona, Bondan Wandy (30), untuk menyusul anjing kesayangan adiknya itu dengan mobil pribadi dari Singkawang, melewati jalan trans Kalimantan. Kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (10/2/2014) malam, dari ujung telepon, Bondan menuturkan baru saja sampai di Singkawang, menjemput Micky dari Sandai.

“Saya berangkat subuh, janji dengan Pak Thomas di jembatan, tak jauh dari rumah. Beliau mengantar ke rumahnya menemui Micky. Orangnya baik, pencinta anjing juga. Di sana kami berbincang-bincang bersama istri dan anaknya. Saat Micky, hendak kami bawa pulang, wajah Pak Thomas dan istrinya sedih,” kata Bondan.

Bondan menceritakan, pria bernama Thomas itu, menemui Micky Jl Gajah Mada saat ditawari oleh dua orang tak dikenal. Kedua orang itu, menawarkan Micky seharga Rp 1 juta kepadanya. “Karena istrinya suka, mereka beli dan dibawa ke Sandai. Lalu Pak Thomas, menawari Micky ke anaknya di Ketapang tetapi anaknya tidak mau,” ujar Bondan saat berbincang dengan Thomas.

Ternyata, saat Fiona memasang iklan kehilangan anjingnya, anak Pak Thomas menceritakan ciri-ciri anjing tersebut kepada ayahnya. “Ayahnya lalu mengabarkan ke kami, dan mengirimkan foto. Micky pun kami jemput. Beliau mau mengembalikan anjing kami, karena mereka pernah merasakan kehilangan anjing juga. Jadi mereka tahu apa yang kami rasakan. Pak Thomas orangnya baik, sebelum berpisah dengan Micky, dia sempat pasangkan liontin untuk Micky,” tutur Bondan.

Kini, Micky sudah berkumpul lagi dengan Fiona sekeluarga di Singkawang. Setiba di rumah, Fiona melihat gerak-gerik Micky seperti kehilangan ingatan berada di tempat asing. “Micky baik-baik saja, agak lemas karena perjalanan jauh dari Sandai ke Singkawang. Saya, Fiona dan keluarga besar mengucapkan terimakasih kepada Pak Thomas dan yang lainnya membantu mencari Micky,” kata Bondan mengakhiri pembicaraannya. (selesai)

February 11th, 2014 by . Posted in Berita

Diduga TPPU, Penyidik KPK Sita Tiga Mobil Anggota DPRD Banten

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Sedikitnya tiga mobil dari anggota DPRD Provinsi Banten diduga karena terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan disita Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tiga mobil itu adalah, Mobil Alphard Vellfire hitam bernomor polisi B 818 TTA dan Mercedes Benz C250 hitam bernomor polisi B 818 WWN disita dari kediaman anggota DPR Banten sekaligus Ketua DPC Partai Golkar Pandeglang, Gunawan, di Pandeglang pada Selasa (11/2/2014) pagi. “Disita dari anggota DPRD Banten, Gunawan. Tapi, lebih lengkapnya nanti,” kata juru bicara KPK, Johan Budi.

Selain itu, Honda CR-V hitam bernomor polisi B 710 MED juga telah diserahkan oleh anggota DPRD Banten, Media Warman (Fraksi Partai Demokrat) ke KPK pada Minggu (9/2/2014) dan langsung dilakukan penyitaan.

Pantauan Tribun, kini ketiga mobil itu telah berada di halaman parkir kantor KPK.

Selain penyitaan, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di rumah anggota DPRD Banten, Thoni F Mukson (Fraksi PKB) di Pandeglang pada Senin (10/2/2014) malam, terkait penerimaan dana dari Wawan, di antaranya pembayaran menonton F1 di Singapura

Terkait pemberian dari Wawan ini, penyidik KPK telah memeriksa empat anggota DPRD Banten, yakni Media Warman (Fraksi Partai Demokrat), Sonny Indra Djaya (Fraksi Partai Demokrat), Thoni Fathoni Mukson (Fraksi PKB), Eddy Yus Amirsyah.

Kuasa hukum Wawan, Maqdir Ismail mengatakan, kliennya hanya meminjamkan mobil-mobil itu kepada anggoata DPRD atas dasar pertemanan. Ia membantah adanya motif terselebung di balik peminjaman mobil ke para penggodok anggaran itu.

Menurutnya, Wawan kerap meminjamkan mobil kepada sejumlah pihak. Bahkan, Wawan meminjamkan mobil untuk operasional kegiatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten.

Sementara itu, juru bicara KPK Johan Budi menyampaikan, ada beberapa anggota DPRD Banten yang menerima mobil dan mendapat dana dari Wawan. Namun, penyidik KPK belum bisa menyimpulkan para anggota DPRD itu terlibat sebagai pelaku pasif TPPU Wawan.

Johan menegaskan, penyidik KPK akan meminta klarifikasi para anggota DPRD Banten itu sebelum mengambil kesimpulan seberapa jauh keterlibatan mereka.

“Kami mengacu ke Pasal 5 Undang-undang TPPU. Sebagai pelaku pasif. Sepanjang dia dengan sengaja mengetahui atau patut menduga itu dari TPPU atau tindak pidana atau korupsi, dan ditemukan dua alat bukti yang cukup, tentu bisa diterapkan (dijerat),” kata Johan.

Sebelum penyitaan mobil-mobil dari para anggota DPRD Banten itu, penyidik lebih dulu menyita 22 mobil dan sebuah Harley Davidson yang diduga milik Wawan. Beberapa di antaranya merupakan mobil mewah bermerek Lamborghini, Ferrari, Bentley, dan Rolls Royce.

Penyitaan mobil-mobil berharga miliaran rupiah itu dilakukan karena diduga terkait TPPU yang dilakukan Wawan.

Selain menjadi tersangka TPPU, Wawan yang juga adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu juga menjadi tersangka atas tiga kasus korupsi. Yakni, dugaan suap kepada Akil Mochtar selaku hakim konstitusi terkait penanganan sengketa Pilkada Lebak, kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, dan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di lingkungan Provinsi Banten.

Kini, Wawan yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan itu ditahan di Rutan KPK.

February 11th, 2014 by . Posted in Berita

BREAKING NEWS : Kronologi Perhiasan Puluhan Juta Raib di Bagasi

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK – Perhiasan dan jam tangan berharga milik pengusaha wanita asal Singkawang, Natalina yang raib saat kembali ke Jakarta setelah merayakan Imlek di kampung halamannya, Singkawang masih belum diketahui keberadaannya.

Korban terbang ke Jakarta dari Bandara Supadio Pontianak menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 685 pada Minggu (9/2/2014). Korban baru sadar perhiasan dan jam tangan merk Bonia dan Guess raib saat hendak membuka koper di rumahnya.

Atas peristiwa tersebut, korban memperkirakan kerugiaan mencapai Rp 30 juta. Berdasarkan cerita korban, kronologisnya adalah sebagai berikut :

1. Minggu (9/2/2014) pukul 10.00 WIB, Natalina (34) bersama adik kandungnya Debby Rosalina (29) beserta tiga rekannya menggunakan mobil carter dari Singkawang berangkat ke Bandara Supadio Pontianak.

2. Pukul 14.00 WIB, tiba di Bandara Supadio Pontianak, antre chek in kembali. Saat itu, penumpang yang chek in ramai sekali sehingga antrean cukup panjang. Pesawat seharusnya berangkat pukul 15.00 WIB tapi dilayar monitor diumumkan berangkat pukul 16.00 WIB.

3. Ketika sampai gilirannya, Natalina berjumlah 5 orang termasuk dirinya kelebihan kapasitas barang bawaan sebanyak 26 kg.

4. Natalina menuju loket Lion Air untuk membayar kelebihan kapasitas, sedangkan sebagian rekannya menunggu barang bawaan di lokasi chek in.

5. Setelah lunas, barang bawaan berjumlah 8 kodi terdiri 5 dus, 2 koper, dan satu tas ransel dimasukkan ke bagasi oleh petugas. Mereka menuju ke ruang tunggu.

6. Pukul 15.15 WIB, Natalina bersama penumpang lainnya naik ke pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 685.

7. Setelah setengah jam dalam kabin pesawat, pukul 15.45 WIB pesawat baru boarding atau terbang dari Bandara Supadio Pontianak.

8. Pukul 17.20 WIB, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng

9. Tiga puluh menit kemudian, bagasi baru keluar. Mereka antre ambil bagasi, koper yang dibawa tidak ada kerusakan. Pukul 18.30 tiba di rumah adiknya, Jakarta.

10. Pukul 20.00 WIB tiba di rumah pribadi.

11. Pukul 20.30 WIB, ditelepon adiknya, Debby mengabari perhiasannya dalam koper hilang.

12. Pukul 21.00 WIB, buka koper miliknya. Kedapatan barang dalam koper berantakan, dua buah jam tangan berharga masing-masing merk Bonia dan Guess raib dari koper.

13. Pukul 22.30 WIB kembali ke Bandara Soekarno Hatta, melaporkan ke pihak Lion Air dan minta dibukakan rekaman CCTV dari otoritas bandara.

February 10th, 2014 by . Posted in Berita

Satu Lagi Harley Davidson Milik Pejabat Bea dan Cukai Disita Polri

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Satu unit motor mewah merek Harley Davidson tipe FLHX milik Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea dan Cukai Riau dan Sumatera Barat Langen Projo disita Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Motor hitam yang disita dari sebuah rumah di Jakarta itu diperkirakan seharga Rp 400 jutaan. Penyidik mengangkut motor tersebut ke Bareskrim Polri pada Jumat (7/2/2014) sekitar pukul 20.00 WIB menggunakan mobil bak terbuka.

Motor tersebut langsung diparkir di depan lobi Gedung Bareskrim Polri berjejer bersama tiga motor Harley Davidson lainnya yang sudah disita lebih dulu. Dua motor mewah sebelumnya disita dari Bali dan satu dari Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto membenarkan bila motor Harley Davidson yang baru disita kemarin masih terkait kasus pejabat Bea dan Cukai.

“Masih berkaitan dengan Langen Projo,” ucap dia, Sabtu (8/2/2014).

Dengan disitanya satu motor Harley Davidson tersebut, berarti kepolisian sudah mengumpulkan empat motor mewah dari tersangka Langen Projo.

Terungkapnya kasus suap pejabat Bea dan Cukai yang melibatkan pejabatnya Langen Projo bermula dari keluhan masyarakat terkait masuknya gula ilegal dari Entikong, Kalimantan Barat. Kemudian tim penyidik Bareskrim Polri pun diturunkan. Saat itu, kepolisian tidak bisa menangkap para pelakunya karena bukan bagian dari ranah kepolisian.

Kemudian kepolisian melakukan penyelidikan dan mulai mengumpulkan informasi terkait ketidakberesan dalam masuknya barang-barang ilegal di Entikong. Polisi kemudian meminta bantuan Pusat Pelaporan Analisis Keuangan (PPATK).

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) PPATK kepada kepolisian, ada 13 transaksi mencurigakan pegawai Bea dan Cukai di antaranya Syafruddin yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kepabeanan DJBC Entikong dari pemilik perusahaan impor atau ekspedisi PT Kencana Lestari, Hery Liwoto. Hery diduga sebagai pihak yang memberi suap motor-motor Harley kepada Langen.

Syafruddin ternyata sudah ditangkap Kejaksaan Negeri Sanggau terkait kasus korupsi lain yang kini disidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Kejaksaan Negeri Sanggau. Untuk itu, Mabes Polri pun berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan kejaksaan yang berada di Kalimantan Barat.

February 8th, 2014 by . Posted in Berita

RS Mitra Medika Hadirkan Medical Check Up Modern

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK - Rumah sakit Mitra Medika Pontianak dibangun dengan konsep modern serta standar layanan kesehatan yang tinggi, dan memiliki peralatan berkualitas lengkap.

“Ide awal pembangunan RS Mitra Medika, yakni keinginan untuk menyiapkan rumah sakit yang baik, lengkap, serta memenuhi standar akreditasi nasional dengan konsep modern dan ramah lingkungan,” kata pemegang saham Rumah Sakit Mitra Medika, Ari Chandra, dalam sambutannya pada peresmian rumah sakit itu di Pontianak, Kamis (23/1/2014).

Ari menjelaskan, misi RS Mitra Medika yakni menyediakan layanan kesehatan yang meningkatkan kualitas hidup berdasarkan standar kualitas, kendali mutu dan keselamatan pasien, staf profesional, fasilitas terbaik, serta aktif mempromosikan hidup sehat, peduli pada lingkungan bagi karyawan dan masyarakat.

“Rumah Sakit Mitra Medika dibangun delapan lantai, menyediakan 180 unit tempat tidur rawat inap, layanan klinik rawat jalan, dan layanan medical chek up modern,” ungkap Ari.

Selain itu, layanan bedah dilengkapi dengan perangkat dan kamar operasi berteknologi terkini, layanan bedah akses minimal, unit gawat darurat 24 jam, ICU, ICCU, HCU, PICU, NICU 24 jam, laboratorium modern dan bank darah 24 jam, serta 19 klinik, katanya.

“Rumah Sakit Mitra Medika juga memiliki peralatan medis yang belum pernah ada di Kalbar, yakni alat ESWL alat yang berfungsi untuk memecah batu ginjal tanpa operasi, Mammografi dari Siemen Jerman pemeriksaan radiologi yang berfungsi mendeteksi dini kanker payudara dengan kualitas gambar jernih,” ujarnya.

Selain itu memiliki peralatan multi-slice CT-scan generasi terbaru dengan rekontruksi aksial 128 slice, sehingga kualitas gambar yang dihasilkan lebih detail dibanding generasi sebelumnya, kata Ari.

RS Mitra Medika sejak Januari hingga Maret 2014 memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan kamar rawat inap bagi masyarakat yang berobat di rumah sakit itu.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, kehadiran RS Mitra Medika di Kota Pontianak yang bisa dibanggakan itu diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya RS modern ini, masyarakat Pontianak dan Kalbar umumnya tidak lagi perlu berobat keluar negeri, karena di sini sudah ada RS yang modern dan fasilitas lengkap,” ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung RS itu, termasuk akan melebarkan Jalan Sultan Abdurrahman jalan menuju akses rumah sakit tersebut.

January 23rd, 2014 by . Posted in Berita

Artis Sinetron Ngamuk di Rumah Kiai Palsu Rohmatullah Maki

0

Infopontianak.Com, BLITAR - Sekelompok orang yang mengaku jadi korban Rohmatullah Cahyatul Maki (40), kiai palsu yang kini sudah ditahan di Polres Blitar, mengamuk, Selasa (7/1/2014). Mereka mendatangi rumah Maki, yang ada di Dusun Tulungrejo, Desa Slorok, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Tanpa ada penjagaan petugas, massa datang dan langsung mendobrak pintu belakang. Rumah Maki sendiri sudah kosong, karena istri dan anaknya sudah pulang ke rumah orangtuanya di Kecamatan Dampit, Malang, sehari setelah Maki diamankan petugas, Kamis (2/1/2014).

Di antara yang mengamuk terdapat Deva Andre (30), artis salah satu pemeran sinetron Tukang Bubur Naik Haji, yang jadi korban penipuan Maki. Ia juga ikut datang bersama para korban lainnya.

“Saya datang ke sini bukan mau anarkis. Tujuan kami, agar tak ada korban-korban penipuan dia lainnya,” ungkap artis asal Dusun Pangkru, Desa/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Berhasil masuk ke dalam rumah Maki, mereka yang terdiri lelaki dan perempuan itu langsung menggeledah isi rumah tersebut. Tujuannya, mereka mencari benda-benda magis milik Maki, yang dulu pernah dipamerkan kepada korban-korbannya.

Katanya, benda itu mengandung kekuatan gaib, seperti keris, tasbih, dan batu. Meski seisi rumah itu sudah digeledah, namun mereka tak menemukannya. Tak menemukan benda yang dicari, mereka menjungkirbalikkan tempat tidur yang ada di ruang tamu.

“Ini sebagai bentuk kekesalan dan kekecewaan kami karena kami semua telah jadi korban penipuannya. Kami tak hanya disuruh ritual namun juga diperdaya dengan mengeluarkan uang. Yakni, disuruh membeli benda-benda yang dijualnya,” kata Saradi (29), warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Doko, Kab Blitar.

Saradi mengaku emosi karena dirinya sempat disuruh membeli tasbih seharga Rp 3,750 juta. Katanya, itu mengandung pengasihan dan asma’ kurung, yakni buat kanorogan, dengan maksud kalau dipukul orang tak kena.

“Kejadiannya tahun 2008 lalu. Saat itu, saya minta agar dagangan saya laris. Akhirnya, saya disuruh puasa 15 hari berturut-turut, kemudian disuruh membeli tasbih itu,” tutur Saradi yang pekerjaannya adalah pegadang sayur keliling.

Lain lagi dengan Irfan Baihaqi (31), warga Desa Kasim, Kecamatan Selopuro, Kab Blitar. Pembudidaya ikan koi itu mengaku kena tipu uang Rp 91 juta, dengan alasan buat kerja sama membuka tambak udang di Gresik. Namun, sampai sekarang belum pernah menerima bagi hasilnya.

“Itu terjadi 2010 lalu. Awalnya, saya ke sini itu karena ingin minta bantuan agar penjualan ikan koi saya laris. Namun, nggak tahunya malah seperti ini. Dia memang omongannya halus sehingga membuat para korbannya terperdaya,” tuturnya.

Tak hanya orang jauh yang jadi korbannya Maki. Namun, tetangganya sendiri juga ada, yakni, Andi Prawijaya (22). Ia mengaku ikut di rumah Maki itu sudah enam tahun, seperti Joko Santoso, malah sudah 13 tahun. Selama ikut Maki, ia mengaku hanya disuruh bekerja di ladang dan kebun, dengan tanpa digaji.

“Suatu saat, dia mengatakan kepada saya, katanya tubuh saya sudah kebal sehingga dada saya ditusuk dengan beleng (pecahan kaca). Tidak tahunya, dada saya masih tembus dan akhirnya saya bawa ke rumah sakit sendiri,” paparnya.

January 8th, 2014 by . Posted in Berita

Cap Go Meh Singkawang Raih Wonderfull Of The World Paling WOW

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK – Festival Cap Go Meh Singkawang meraih dan sekaligus masuk sebagai satu di antara Wonderful Of The World 2013 paling “WOW” dalam pagelaran The Real Wow yang diselenggrakan Marketeers Markplus bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ke-3 kalinya dalam rangkaian acara Markplus Conference 2014.

The Real WOW 2013 mengusung tema The Great Indonesia Songbook Sound From Rote Ndao, tema tersebut diambil sebagai upaya memperkenalkan dan mempromosikan alat musik sasando, sebagai alat musik yang unik dari Pulau Rote.

Penganugerahan penghargaan Wonderful Of The World Cap Go Meh Singkawang diserahkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar kepada Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, didampingi Ketua Panitia Cap Go Meh Kota Singkawang 2012, Pui Sudarto, pada rangkaian acara Markplus Indonesia belum lama ini.

Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, menyatakan kegembiraannya, Cap Go Meh yang setiap tahun diselenggarakan masuk sebagai satu di antara pagelaran yang benar-benar unik, dan merupakan agenda pariwisata Kalimantan Barat yang telah mendunia.

“Kita merasa bersyukur sebab kali ini Kota Singkawang dengan Cap Go Meh-nya telah berhasil meraih Wonderful Indonesia paling WOW. Kita berharap Kota Singkawang, Kalimantan Barat semakin dikenal baik di kancah nasional maupun dunia, sehingga Kota Singkawang khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisata yang lebih baik lagi,” tuturnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (1/1/2014).

Christiandy menceritakan, saat perayaan Cap Go Meh Singkawang 2012 yang dihadiri CEO sekaligus Founder Markplus Hermawan Kertajaya dan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar. Ia telah memperkenalkan kepada mereka bahwa Cap Go Meh Singkawang sngat unik dan termasuk satu peristiwa yang juga “WOW.”

Meski demikian, untuk bisa masuk kategori penilaian Wonderful Of The World Indonesia paling WOW bukan sekadar usulkan saja. Tapi akan diteliti dan dinilai kelayakan acara atau peristiwa tersebut, apakah bisa WOW.

“Kita bersyukur setelah melalui proses, ternyata masuk. Kota Singkawang terpilih sebagai destinasi karena Singkawang merupakan satu di antara kota yang masih mempertahankan tradisi Cap Go Meh yang sangat memukau dan sarat dengan budaya serta sangat menarik untuk di diskasikan oleh para wisatawan,” ujarnya.

Kegiatan apresiasi The Real Wonderful Of The World Indonesia tahun 2013 terdapat 4 nominasi destinasi wisata paling Wow, antara lain Kota Tua, Jakarta. Meskipun telah ditempa zaman, kota ini tetap bertahan bahkan kini kembali bersolek. Nominasi lainnya Kota Melaka, kota yang terletak di Melaka Malaysia ini telah masuk daftar Unisco sejak tahun 2008 dan dianggap sebagai salah satu destinasi terbaik versi Kemenparekraf.

Selanjutnya adalah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, karena selain pulaunya sangat Indah. Pulau tersebut adalah rumah bagi sasando, yaitu satu di antara alat musik yang unik yang membuat jatuh hati banyak wisatawan.

January 2nd, 2014 by . Posted in Berita
© Vantage Theme, business directory software created by AppThemes, powered by WordPress.

Powered by AutoBlogged


SEO Powered By SEOPressor