Blog

Dukung Funwalk Tribun, Kawasaki Persembahkan Mini Trail KSR 110 Cc.

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK - Sponsorship funwalk Tribun dalam event “Paramex Melangkah Bersama Tribun 2014″ terus bertambah setiap hari. Satu di antaranya yang tak mau ketinggalan PT Sukses Super Makmur Kawasaki.

Dalam event kerjasama Tribun dengan Paramex yang didukung oleh Perumahan Kota Raya dan Kalbar Property Fiesta 2014, Kawasaki memberikan support berupa satu unit mini trail Kawasaki KSR 110 cc.

Penyerahan mini trail oleh Area Manager PT Sukses Super Makmur Kalimantan Barat (Kalbar), Sukianto kepada Wakil Pemimpin Perusahan, Julia Lorrains dan Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Ahmad Suroso di Kantor Tribun Pontianak, Senin (7/4/2014).

Sukianto menyatakan saat ini kerjasama Kawasaki dengan Tribun sudah terjalin dengan baik. Apalagi progress Kawasaki tak terlepas dari Tribun sebagai media promosi.

“Kami berupaya agar moment kedepannya Kawasaki juga ikut berpartisipasi. Sejauh ini kerjasama dengan Tribun memberikan respon positif,” ujarnya.

Menurut Sukianto, event Tribun biasanya heboh, karena beberapa kali gelaran hadiah utamanya rumah serta kegiatannya memasyarakatkan olahraga.

“Meski kesadaran masyarakat terhadap olahraga di sini (Pontianak) kurang dan harus ada daya tariknya yaitu dengan hadiah. Namun karena sponsornya banyak menjadikan peluang peserta lebih banyak,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Ahmad Suroso dan Wakil Pemimpin Perusahan, Julia Lorrains menyambut baik kerjasama yang terjalin selama ini. Julia mengatakan Kawasaki baru pertama kali menjadi sponsorship event Tribun. Namun kerjasama dengan Kawasaki sudah terjalin sejak lama.

Ia pun berharap Kawasaki tidak hanya terlibat dalam event Paramex Melangkah Bersama Tribun 2014. “Semoga kerjasamanya berlanjut, dari kesuksesan yang lalu peserta mencapai 10.700 dari target 10 peserta. Tahun lalu event serupa telah sukses digelar Tribun dan berhasil memecahkan rekor MURI untuk peserta Harlem Shake dan Senam Headrobic terbanyak,” jelasnya.

Ketua Panitia Paramex Melangkah Bersama Tribun 2014, Deasy Torondek, menyatakan optimistis kegiatan ini akan berjalan lancar dan sukses seperti tahun sebelumnya. “Dengan dukungan dari banyak pihak maka panitia optimis, dengan target akan menembus 15 ribu peserta,” ujarnya.

Deasy mengatakan selain rumah type 36, ratusan juta hadiah lainnya menanti.
“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat memulai dan terus menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga. Karena kegiatan ini digagas dengan tujuan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Selain itu acara ini merupakan moment untuk menjalin kebersamaan dan kerukunan antar masyarakat yang berpartisipasi,” paparnya.

Peserta yang ingin berpartisipasi pada Paramex Melangkah Bersama Tribun 2014 bisa langsung membeli tiket di ticket box yang tersedia. Ticket Box tersedia di Kantor Tribun Pontianak Jl Sungai Raya Dalam 24A, Sekretariat Kalbar Properti Fiesta Jl Pak Kasih (Trevel Pak Kasih), Toko Buku Gramedia Jl Ahmad Yani Mega Mall Pontianak dan di berbagai jaringan Tribun Pontianak yang tersebar di Kalbar.

April 7th, 2014 by . Posted in Berita

Jejak Kasus Polisi Bunuh Diri: Bertengkar, Selingkuh hingga Putus Cinta

0

Infopontianak.Com - Peristiwa bunuh diri atau percobaan bunuh diri melibatkan anggota polisi jamak terjadi. Ada aneka ragam motif atau penyebabnya. Berdasarkan penelusuran Tribun, sebagian besar berlatar belakang masalah asmara. Beberapa polisi bertengkar dengan istri, bahkan amarah memuncak hingga menembak mati pasangan hidup yang diduga berselingkuh dengan lelaki lain, kemudian pelaku menembak diri sendiri.

Meski begitu, ada juga polisi yang mengakhiri hidup hanya gara-gara masalah sepele, putus cinta dengan kekasihnya. Dari 14 kasus penembakan yang diduga berlatar belakang bunuh diri dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, 2005-2014. Tujuh kasus atau 54 persen di antaranya bermotif asmara.

Berikut ini beberapa kejadian polisi percobaan bunuh diri, dan yang meninggal karena bunuh diri:

Selasa 18 Maret 2014
Kepala Detasemen Markas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Pamudji tewas setelah kepalanya tertembak senjata api milik Brigadir Susanto. Penyebab kematian AKBP Pamudji masih diselidiki, apakah akibat ditembak anak buahnya, ataukah bunuh diri. Brigadir Susanto, saat berada di lokasi kejadian mengatakan AKBP Pamuji bunuh diri.

22 Januari 2014
Anggota Polsekta Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Aiptu Antoni Sarito Gultom mencoba bunuh diri. Ia menembakkan pistol ke kepalanya sendiri Rabu (22/1/2014) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Korban lalu dibawa ke rumah sakit, dan hingga Rabu sore, masih menjalani perawatan intensif di RSUD AW Syachranie Samarinda.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta menuturkan, tahun 2002 lalu, Aiptu Antoni pernah depresi atau mengalami gangguan kejiwaan.

17 Januari 2013
Aiptu Joko Subandi (48), seorang anggota Satuan Dalmas Polres Kota Magelang, Jawa Tengah, tewas mengenaskan. Joko diduga depresi dan lalu menembakkan senjata revolver dua kali ke lehernya sendiri hingga menembus kepala. Joko nekat mengakhiri hidupnya di rumah istri sirinya, Estri (26) warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng. Saat bunuh diri, Joko baru sebulan menikahi Estri. Motif bunuh diri diduga karena persoalan keluarga.

24 Mei 2013
Personel Polda Metro Jaya Bripka Jeremmy Manurung (31) menembak kepala sendiri di rumahnya di Jakarta Timur. Sebelum menembak kepala sendiri, Jeremy baru pulang dari kerja di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB.

Setibanya di rumah, Jeremy masuk ke kamar dan mengunci diri, serta tidak mau buka pintu. Istri korban kemudian pergi menjemput anaknya pulang sekolah, dan kembali dari sekolah pukul 13.15 WIB, didapati pintu dan jendela telah dikunci dari dalam dan tidak bisa dibuka. Setelah pintu rumah dibuka paksa, didapati korban tergeletak tidak bernyawa dengan kepala berdarah, dan pistol ada di dekatnya.

23 Januari 2013
Brigadir Satu Polisi (Birptu) Andre Hutabarat ditemukan tergantung di dalam rumahnya orangtuanya, di kompleks asrama Polisi di Jalan HM Jhoni, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/1/2013). Korban ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya, dalam keadaan tergantung tali nilon yang dikaitkan di plafon kamar. Saat kejadian, personel Kepolisian Resor Kota Medan ini masih tinggal bersama orang tuanya.

8 Februari 2012
Anggota Kepolisian Sektor Penjaga Pantai dan Pelabuhan (KP3) Polres Banyuwangi, Jawa Timur Briptu Dodik Setiawan (32) menembak kepala sendiri Rabu (8/2/2012).
Sore itu, di ruang penjagaan terlihat tiga bintara yang sedang berjaga.Briptu Dodik Setiawan, Brigadir Arif Kurniawan dan Brigadir Sugihandono yang mendapat giliran jaga untuk mengawal keamanan pelabuhan.

Dodik yang terlihat gelisah. Tepat pukul 16.30 WIB, telepon seluler Dodik berbunyi dan ia pun terlibat dalam pembicaraan serius. Sejurus kemudian, ia meninggalkan tempat duduknya dan berjalan ke belakang, ke ruang intel.

Belum lama, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Sugihandono refleks menoleh dan menyaksikan Dodik, duduk terkulai. Kepalanya menempel di meja. Dari pelipisnya terlihat darah segar mengucur setelah tertembus peluru senjata api itu. Dodik tewas seketika itu juga.

18 Mei 2011
Diduga gara-gara putus cinta, anggota Dalmas Polres Karangasem, Bali, Briptu I Gede Martawi Umbara (27) nekat mengakhiri hidupnya. Ia menenggak racun potasium akibat putus jalinan asmara dengan pujaan hatinya. Jasad Briptu Gede ditemukan di rumahnya, Kelurahan Padang Kertha, Kabupaten, Karangasem, Bali sektiar pukul 07.00 Wita, Rabu (18/5/2011).

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan surat di kamar korban yang menyiratkan sedang patah hati setelah putus cinta dengan kekasihnya. Ia menuliskan perasaan hatinya yang sedang patah hati.

27 Juli 2011
Bripka Doli Alexander Fransicus Napitupulu (37) anggota Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Utara tewas bunuh diri. Ia menembak kepala mengunakan senjata api milik sendiri, Selasa (26/7/2011) malam. Tindakan nekat dilakukan di kediaman mertuanya, Jalan Iskandarmuda, Medan Baru, sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi beredar, korban sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya.

24 Agustus 2011
Anggota Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur Bripda Simon Senoken Medo (23), tewas bunuh diri. Bripda Simon menembak dirinya di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Manggarai di Jalan Lingkar Luar Kota Ruteng, 24 Agustus 2011 sekitar pukul 11.00 Wita. Korban menghabisi hidupnya dengan memuntahkan sebutir peluru dari senjata api jenis C2 milik inventaris Sabhara.

Briptu Simon bunuh diri diduga karena terlibat cinta segi tiga. Korban sudah dijodohkan orang tuanya di Adonara, dan sudah sampai ke tahap pertunangan. Tetapi, korban juga menjalin percintaan dengan seorang mahasiswi yang sedang kuliah di Ende, IR. Belakangan IR menemui korban dan mendesak untuk menentukan pilihan. Diduga, korban yang dalam kebimbangan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri.

8 Maret 2007
Personel bagian operasional Kepolisian Resor Bangkalan, Jawa Timur, Brigadir Satu Rifai Yulianus (27), menembak mati empat orang sekaligus. Kejadian di rumah mertua pelaku, bilangan Kauman, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Burneh pada Kamis (8/3/2007) pukul 21.30 WIB. Setelah itu, ia bunuh diri dengan cara menembak bagian pelipis kanan.

Korban yang dibantai yakni Arianti Widiastuti, istri sendiri; mertua bernama Ny Hasmah (mertua), serta Satrio Prabowo (selingkuhan Arianti) dan Pujianto Hidayat (teman Satrio).
Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu pelaku terhadap istrinya yang diketahui berselingkuh dengan Satrio Prabowo.

Ariani dan Satrio sama-sama pegawai honorer di kantor Dinas Pendapatan Daerah Bangkalan. Mereka ketahuan serong dan sudah pernah diperingatkan pelaku, bahkan pernah dipanggil pimpinan pelaku di kepolisian.

24 Januari 2007
Anggota Danton Dalmas Poltabes Medan, Iptu Oloan Hutasoit, menembak mati pasangan suami istri, Amru Fahmi (25) dan Nada Sabrina (23), di lokasi Syariah Fair, kampus IAIN, Jalan Sutomo, Medan, Rabu (24/1/2007) malam.
Peristiwa itu berlatar belakang asmara. Sebelum menikahi Amru, Nada berpacaran dengan Oloan. Namun hubungan itu tak direstui ayah Nada. Agar hubungan itu tak berlanjut, Nada dinikahkan dengan Amru, teman sama-sama menjadi PNS di Pemkot Medan. Nada-Amru menikah 14 Januari 2007.

Sepuluh hari setelah pernikahan, Nada-Amru mendatangi Syariah Fair di kampus IAIN, Jalan Sutomo, Medan. Nada kebetulan bertemu dengan Oloan yang sedang bertugas sebagai tenaga pengamanan di arena Syariah Fair. Terjadilah adu mulut antara Oloan dan Amru berlanjut adu fisik.

Sejurus kemudian, Oloan mengambil pistolnya dan mengarahkan ke Amru. Melihat nyawa suaminya terancam, Nada mencoba melindungi. Akhirnya Nada tertembak dan tersungkur. Oloan kemudian menembak Amru. Setelah menembak pasutri itu, Oloan terlihat panik, kemudian menembak kepala sendiri.

28 Agustus 2006
Aipda Sahudin Bachtiar Debataraja Simamora (44), angota Polresta Bekasi Timur nekat coba bunuh diri, tapi gagal. Ia membidik diri sendiri setelah menembak mati istrinya, Kapten CAJ Adiana Siringo-Ringo (39).

Beberapa saat sebelum kejadian, pasangan suami istri itu bertengkar hebat di rumah mereka di Perumahan Rawa Lumbu, Bekasi Timur Jalan Lumbu Tengah IVA No 292 RT 05/29, Selasa (29/8/2006) sekitar pukul 23.00 WIB. Berselang setengah jam, terdengar lagi dua letusan berturut-turut. Ny Andiana tewas dengan luka tembak di kepala. Dan suaminya, terluka di pelipis kanan akibat terserempat peluru. Rahang kanannya juga terluka.
Pemicu pertengkaran, Aipda Sahudin mencurigai istrinya berselingkuh dengan teman sekantor, sama-sama anggota TNI.

24 April 2005
Mantan Kanitlaka Lantas Polres Jombang, Jawa Timur, Iptu Sugeng Triono menembak Kasat Samapta Polres Jombang AKP Ibrahim Gani. Setelah menembak Ibrahim, Iptu Sugeng menembakkan pistol ke bagian kepalanya hingga tewas seketika.

Penembakan itu terjadi di ruang Kasat Samapta, Polres Jombang, Rabu (27/4/2005), sekitar pukul 06.30 WIB saat personel siap-siap apel pagi. Iptu Sugeng diduga mengalami stres akibat penyakit yang dideritanya yakni ambeien dan liver, tak kunjung sembuh.

18 April 2005
Bripda Yohanes Widiyanto (24), anggota Intelpam Polres Cirebon, ditemukan tewas di depan patung Pieta (patung Bunda Maria yang sedang memangku jenazah Yesus) di dalam Gereja Katolik Santo Antonius, Kotabaru, Yogyakarta, Senin (18/4/2005) pukul 07.30.

Yohanes Widiyanto diduga stress, lalu bunuh diri dengan menembak kepala. Saat ditemukan tangan kanan Yohanes masih menggenggam pistol Revolver SWN 2. Terdapat luka tembak di kening kanan tembus ke kening kiri. Proyektil peluru tampak mengenai dinding gereja. Sementara darah berhamburan di sekitar tubuhnya. (Tribunnews.com/Domu D Ambarita)

March 19th, 2014 by . Posted in Berita

BCA Patok Pertumbuhan KPR 8-12 Persen

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Aturan loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) rumah pertama dan rumah kedua mempengaruhi penyaluran kredit perbankan.

Henry Koenaifi, Direktur Konsumer BCA, mengatakan, pihaknya menurunkan target pertumbuhan kredit properti pada tahun 2014.

“Pertumbuhan KPR BCA sebesar 8%-12% di tahun ini,” kata Henry, di Jakarta, Senin (20/1/2014).

Pada tahun kuda ini, bank yang terafilisi oleh Grup Djarum ini akan membatasi penyaluran kredit untuk properti, meskipun porsi kreditnya terbesar pada kredit konsumer. Sebab, debitur harus memiliki uang muka lebih besar dari biasanya.

Pada akhir Desember 2013, nilai kredit perumahan BCA tidak banyak berubah dari realisasi KPR per September 2013 yang sebesar Rp 52,46 triliun.

Sedangkan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) untuk KPR masih di level 0,5%-0,8%.

Ke depan, rasio NPL untuk KPR tidak akan naik, karena bank sudah melakukan mitigasi risiko melalui selektif pemberian kredit baru untuk rumah maupun apartemen. “Kami melakukan adjusment pada sektor ini,” tambah Henry.

January 20th, 2014 by . Posted in Berita

Papan Reklame Timpa Dua Mobil Saat Hujan Deras

0

Infopontianak.Com, BANDUNG - Papan reklame jenis bando roboh di Jalan Buah Batu depan Bank BRI saat angin kencang dan hujan deras mengguyur Bandung, Jumat (13/12/2013) sekitar pukul 14.20. Reklame produk kecantikan itu menimpa dua mobil yang tengah melintas.

Reklame ukuran sekitar 5 x 6 meter ini menimpa Toyota pikap D 8920 BG milik Ujang Elih Suryana, warga Kampung Cicadas RT 04/03, Tanjungwangi, Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan Toyota Etios Valco warna hitam D 1022 UT milik Anggita Indah Maharani, warga Jalan Sayang, Perumahan Puri Indah, Kabupaten Sumedang.

Walau tak menelan korban, robohnya reklame sempat memacetkan arus lalu lintas dan membuat syok pengemudi dua kendaraan nahas itu. Anggi mengaku syok saat reklame tersebut mengenai bagian belakang kendaraannya. Saat itu, Anggi tengah melintas di Jalan Buah Batu menuju perempatan Soekarno-Hatta mengarah ke Jatinangor.

“Kejadiannya sekitar jam 2-an, saya baru beli kue mau ke Jatinangor. Dan kendaraan berhenti di depan Bank BRI karena kondisi lalu lintas padat. Tahu-tahu reklame itu roboh,” ujar Anggi. Anggi berharap ada penggantian karena mobilnya rusak berat.

Pelaksana lapangan Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Aan Setiawan, mengatakan izin reklame yang roboh itu sedang diperpanjang. Menurut Aan, tiang reklame sudah lama dan keropos sehingga ketika ada angin kencang langsung roboh.

“Kami sudah informasikan soal reklame roboh ini kepda pihak yang punya titik reklame itu,” ujar Aan.

December 14th, 2013 by . Posted in Berita

Ancoreee, Perempuan Ini Ajak Pria Selingkuhan Tinggal Serumah dengan Suami

0

Bagian I

Infopontianak.Com, LONDON – Maria Butzki (33), itu nama perempuan yang tinggal di Barking, London timur, Inggris, ini. Sepintas, dia sama saja dengan perempuan lain. Wajahnya cantik. Sikapnya luwes. Semua biasa saja.

Yang tidak biasa, Maria tinggal serumah bersama suaminya, Paul (37), dan dua anaknya, Laura (16) dan Amy (12). Di rumah yang sama, di bawah atap yang sama, tinggal pula Peter Gruman (36), pria yang jadi selingkuhan Maria. Dan, seperti dilaporkan The Mirror, mereka hidup bahagia.

Saat Maria meninggalkan sang suami demi pria lain beberapa waktu silam, ia tak menyangka sangat merindukan sang suami, Paul. Namun, ia juga tak bisa meninggalkan kekasih barunya itu, Peter Gruman.

Saat suami dan kekasihnya ternyata bisa berteman, Maria kemudian meminta sang kekasih pindah ke rumahnya dan tinggal bersama sang suami serta dua anaknya di Barking.

“Orang-orang mungkin menduga ini sesuatu yang aneh, namun saya mencintai dua pria ini dan tak bisa memilih di antara keduanya,” kata Maria yang bekerja di sebuah perusahaan penghubung perumahan.

“Ketika saya meninggalkan Paul, ada lubang dalam hidup saya. Namun, memikirkan tak bisa melihat Peter sungguh membuat saya patah hati. Jadi tinggal seatap dengan mereka merupakan satu-satunya cara,” kata Maria.

Lalu. bagaimana Maria membagi, maaf, jatah? Maria mengatakan tidak menentukan pembagian jatah tidur bareng. “Tak ada jatah dengan siapa saya tidur tiap malam. Tapi, saya tahu, saya memiliki dua pria yang sungguh luar biasa dalam hidup saya,” katanya.

Saking akrabnya antara suami dan sang pacar, Maria kadang-kadang cemburu jika keduanya keluar bersama. “Saya ditinggal sendirian saat mereka berdua pergi melakukan acara mancing yang kadang-kadang memakan waktu yang lama,” jelasnya.(bersambung)

November 16th, 2013 by . Posted in Berita

D’Busni Sponsor Rumah di Gowes As’ik Bareng Tribun

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK - Baru dua hari meluncurkan promo uang muka atau Down Payment/DP suka-suka, setidaknya dua orang konsumen sudah memberikan tanda jadi masing-masing satu unit rumah di D’Busni Residence. Sedangkan konsumen yang mencari informasi meningkat 80 persen dari hari biasanya.

Satu di antara Direktur D’Busni Residence, Lehman Mardiyanto, mengatakan, peningkatan masyarakat mencari informasi tentang perumahan D’Busni disebabkan adanya iklan di media Tribun Pontianak, buah hasil kerja sama kedua pihak.

Manajemen D’Busni Resedence sponsori satu unit rumah tipe 45 sebagai hadiah utama dalam rangka perhelatan Gowes As’ik bareng Tribun Pontianak pada Minggu (17/11/2013) mendatang.

“Sejak ada kerja sama dengan Tribun, dan dipromosikannya D’Busni Residence di koran Tribun Pontianak bersamaan pengumuman event gowes dan senam massal Tribun. Masyarakat yang datang tanya tentang D’Busni meningkat drastis hingga 80 persen dari hari-hari sebelumnya, dan ada dua orang sudah tanda jadi, sejak dua hari diluncurkan DP suka-suka ” ujar Lehman di Kantor Tribun Pontianak, Senin (21/10/2013).

Lehman mendatangi Tribun Pontianak, bersama pemilik tanah sekaligus Komisaris D’Busni Residence, H Busni, Presiden Direktur, Imran Mursalin Aswad, dan Direktur Konsep, Teguh Wahyudi. Kunjungan mereka sekaligus menyerahkan simbolis sertifikat tanah disambut Wakil Pemimpin Perusahaan, Julia Lorrains, Wapemred Ahmad Suroso, serta Ketua Panitia Gowes dan Senam Massal, Arfian.

Direktur Konsep D’Busni Residence, Teguh Wahyudi, mengatakan, pembangunan D’Busni dikerjakan sejak November 2011 dengan target sebanyak 80 unit perumahan tipe 45 dan 54, serta rumah toko (Ruko) sebanyak 8 unit. Adapun lokasi D’Busni Residence terletak di Jl Perdamaian, Kota Baru, Kabupaten Kubu Raya.

D’Busni Residence bekerja sama dan mensponsori satu unit rumah untuk event Tribun Pontianak sebagai grand prize bagi peserta yang beruntung, juga meluncurkan promo DP Suka-suka bagi konsumen yang ingin memiliki rumah.

“Kendala masyarakat beli rumah ada di DP, maka kemudahan yang akan diberikan manajemen adalah DP Suka-suka. Artinya DP terserah dengan kemampuan konsumen, sehingga akan bervariasi DP-nya. Tujuan suka-suka ini ingin memberi kontribusi dan kemudahan bagi calon pembeli,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Komisaris D’Busni Residence, H Busni, menuturkan, DP Suka-suka sudah lama direncanakan tapi belum ada moment yang tepat untuk diluncurkan. “DP suka-suka itu menjadi enak di dengar. Meski baru dua hari diluncurkan karena adanya event besar Tribun, sebenarnya rencana DP Suka-suka sudah lama. Kita tunggu moment saja, kali ini dinilai pas,” katanya.

Lehman, menambahkan, karena suka-suka maka uang mukanya bervariasi, antara konsumen yang satu dengan lainnya tidak sama nilainya. Karena sangat tergantung dengan kemampuan masing-masing konsumen

“Kita beri kemudahan, kurangi platfon. Konteksnya mereka sudah bisa beli rumah meski ada standar 80 persen ditanggung bank. Kita berikan kemudahan angsuran DP selama 6 bulan, setelah itu baru akad kredit. Tujuannya bantu masyarakat memiliki rumah agar tercapai,” tuturnya.

Sebelumnya Teguh mengatakan, turut serta event besar Tribun Pontianak bukan hanya ingin mempromosi properti yang sedang dibangun. Tapi juga ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat Kalbar. Karena properti bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Ini buka biasa, kami juga berharap bisa partisipasi dalam event nasional ini. Bisa beri kontribusi bagi masyarakat Kalbar. Kita berharap hadiahnya dapat jatuh pada benar-benar orang yang tepat yaitu orang yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal,”katanya.

October 22nd, 2013 by . Posted in Berita

Polres Ketapang Tangkap Dua Tersangka Pencabulan

0

Infopontianak.Com, KETAPANG - Polres Ketapang sepekan terakhir menangkap dua pelaku pencabulan terhadap anak, dengan korban berbeda. Keduanya yaitu Amhar alias Ucok (43) warga Rantau Panjang Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Purwanto (21) asal Pulau Jawa yang bekerja dan tinggal di perumahan PT Limpah Sejahtera Kabupaten Ketapang.

Ucok dan korbannya, Melati (14), saling kenal karena ayah korban rekannya Ucok dalam jual beli kambing. Sedangkan Purwanto dan korbannya saling kenal karna mereka satu komplek di asrama PT Limpah Sejahtera.

“Sebelum kejadian antara kedua pelaku dengan korbannya memang saling kenal,” kata Kapolres Ketapang, AKBP Ary Wahyu Widijananto melalui Kasat Reskrim, AKP Oloan Siahaan, Kamis (10/10).

Menurut Kasat, Ucok mencabuli Melati yang juga warga Rantau Panjang KKU. Korban dan pelaku pertama berhubungan layaknya suami istri sebanyak dua kali pada April lalu. Akibat ulah Ucok saat ini korban sedang hamil lebih kurang enam bulan.

“Sekarang korban sedang hamil sekitar enam bulan. Menurut tersangka kejadian pada April lalu sebanyak dua kali. Tapi baru dilaporkan pihak korban pada akhir September kemarin,” ungkapnya.

Sedangkap Purwanto, menurut Kasat belum sempat terjadi pemerkosaan terhadap korban. Namun sudah memelorotkan celana kedua korban dan mengancam bunuh ketika korban sadar. Kedua korban, Bunga (9) dan Mawar (7) merupakan saudara sekandung.

Kasat Menjelaskan pencabulan terjadi pada 6 Oktober lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian bermula ketika orangtua korban sedang tidak ada di rumahnya karena ke Kota Ketapang. Sehingga mereka hanya bersama adiknya berusia lima tahun dan abangnya 16 tahun namun keterbelakangan mental.

October 12th, 2013 by . Posted in Berita

Mayat Lilik Ditemukan Penuh Luka Bakar

0

Infopontianak.Com, MOJOKERTO - Mayat Lilik Anisah, ditemukan oleh kerabat dan warga sekitar Kamis (18/7/2013) dini hari menjelang sahur dalam kondisi yang mengenaskan. Penemuan tersebut sontak menggegerkan  Warga Perumahan Umum Mojobaru Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Mayat ini dibiarkan di dalam kamar rumah di Blok EK-07. Mereka lebih kaget karena mayat Lilik ditemukan dengan wajah penuh luka bakar.

Bahkan, selain bagian kepala, luka bakar juga menghiasi bagian dada korban. Tidak hanya itu, mayat Lilik juga ditemukan dalam kondisi telanjang bulat. Lilik memang penghuni rumah di Blok EK-07 tersebut. Perempuan berusia 45 tahun tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Diprediksi, Lilik dibunuh sejak tiga atau empat hari lalu. “Baunya sudah menyengat,” kata salah seorang warga.

Ditemukannya Lilik sudah menjadi mayat saat warga mencium bau nyinyir dari dalam rumah.
Sementara kerabat dan saudara Lilik beberapa hari ini kehilangan kontak. Mereka yang biasa berkomunikasi lewat ponsel gagal karena HP Lilik tak aktif. Keluarga juga mulai curiga dengan keberadaan Lilik.

Karena tak ada kepastian, kerabat korban mendatangi rumah Lilik yang sudah dalam keadaan sepi dan kosong.

Namun, lampu rumah dan teras tetap menyala. Kerabat Lilik ini bersama warga dan perangkat desa setempat mendobrak untuk masuk ke rumah. Lilik ditemukan sudah menjadi mayat dengan luka melepuh, diduga berupa luka bakar.

July 18th, 2013 by . Posted in Berita

Moeldoko Jadi KSAD, Inilah Pesan SBY

0

Infopontianak.Com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan memilih Letjen TNI Moeldoko menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang sudah memasuki masa pensiun.

Terhadap KSAD yang baru ini, Presiden pun menyampaikan tujuh pesan khusus. Hal itu diutarakan Presiden, saat Jenderal Pramono dan Letjen Moeldoko menghadap sebelum KSAD yang baru diumumkan, Senin (20/5/2013).

Pesan pertama Presiden kepada KSAD yang baru, kata Pramono, adalah melanjutkan kepemimpinan dan manajemen TNI yang saat ini sudah berada di jalur yang benar.

TNI yang diharapkan oleh rakyat adalah TNI yang professional. Karenanya perlu adanya kemantapan dalam mengembankan tugas yang dipikul oleh negara pada TNI.

“Dan ini juga pesan dari Presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan, disempurnakan, baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan termasuk didalamnya adalah modernisasi  alutsista yang sdg kita jalankan, khususnya TNI AD ini,” ujar Pramono, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Hal ketiga yang disampaikan Presiden, terkait masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Hal ini seiring dengan apa yang menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan dari ekonomi.

“Juga perumahan, pendidikan dan pembangunan markas-markas TNI di daerah-daerah,” ujar Ipar SBY ini.

Selain itu, SBY juga berpesan agar kekuatan TNI memiliki kedekatan atau bersama-bersama rakyat.

“Beliau (Presiden) berpesan lanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini, kartena tanpa bantuan rakyat mungkin kita sulit untuk menjadi kuat,” kata Pramono.

Presiden juga tidak lupa memberikan pesan agar menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat dan TNI AL, TNI AU dan dengan Kepolisian.

Pesan SBY selanjutnya, agar langkah-langkah dalam penertiban pengadaan alutsista dan keuangannya harus dilaksanakan secara transparan.

“Harus dilaksanakan secara transparan, terbuka. Sehingga tidak ada kesan penggunaan anggara yang kurang tepat. Ini harapan beliau. Sehingga dalam hal ini tetap dilanjutkan oleh Jenderal Moeldoko,” ujarnya.

Menghadapi pemilu 2014, Presiden juga menekankan TNI AD netral dan tidak berpolitik praktis.

“Sebetulnya ini sudah ditunjukkan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itu ditekankan oleh beliau lagi. Dengan harapan bahwa tetap jaga netralitas TNI AD,” katanya.

May 21st, 2013 by . Posted in Berita

Keamanan Rumahku Properti Dilengkapi CCTV

0

Infopontianak.Com, PONTIANAK - Kehadiran Rumahku Properti yang tergabung dalam Propertyplus Indonesia mengubah paradigma agar setiap orang bisa menjadi pengembang atau developer. 

Dari sekitar 120 orang yang ikut pelatihan ini di Kalbar, ada sekitar 30 di antaranya yang kini jadi pengembang.

Manajemen Rumahku Properti Wisnu Wardhana didampingi Hetty Astuty mengatakan di awal 2013, pihaknya melansir proyek baru Sapphire Nirwana Residence di Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.  

Lokasi perumahan ini terletak di belakang Kantor Bupati Kubu Raya yang hanya berjarak 150 m dari Jl Arteri Supadio dan merupakan jalan utama dari Kota Pontianak menuju Bandara Supadio.

“Di areal 2,5 hektare kami merencanakan akan dibangun sekitar 106 unit rumah yang teridiri atas empat tipe. Tipe 47 akan dibangun sebanyak 34 unit, tipe 57 sebanyak 34 unit, tipe 67 sebanyak 34 unit dan 4 unit spesial untuk tipe 120,” kata Wisnu Wardhana saat berkunjung ke Tribun Pontianak, Selasa (9/4/2013).

Dikatakannya, sejumlah keunggulan yang dimiliki Rumahku Properti antara lain sistem keamanan satu pintu atau one gate system dengan pagar keliling dan gerbang utama (main gate) yang di-design cantik dan dilengkapi taman kecil. “Selain itu sistem keamanan ini disempurnakan lagi dengan CCTV lingkungan,” kata Wisnu.

Dikatakan pola seperti ini sudah menjadi standar PropertyPlus Indonesia yang bisa dikatakan sebagai induk atau penggagas model ini. “Bahkan pola ini diikuti pengembang yang lain,” paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi di antara warga, Sapphire Nirwana Residence, juga dilengkapi dengan tempat olahraga yang nyaman dan taman bermain untuk anak-anak. Kemudian fasilitas musala juga akan didirikan untuk melengkapi kebutuhan warganya. 

Nantinya juga akan ada taman di setiap rumah akan dilengkapi dengan pohon buah untuk menambah fungsinya. Di satu sisi pagar keliling juga akan ditanami pohon-pohon di sepanjang pagar keliling sehingga konsep green untuk tetap bersahabat dengan alam dan akan menambah keindahan keasrian dan kenyaman penghuninya.

Dikatakannya, keberadaan Rumahku Properti sudah kurang lebih dua tahun di Kalbar. Komudian mereka membentuk komunitas yang dinamakan PopertyPlus Kalbar. 

“Sebenarnya komunitas kita bagaimana mengedukasi agar orang bisa jadi pengembang atau developer. Kita sudah 4 angkatan, saya alumni kedua,” kata wisnu yang menjadi ketua PropertyPlus Kalbar dengan Hetty Astuty sebagai wakilnya. 

Keberadaan komunitas ini tak hanya ada di Pontianak, namun juga di Kubu Raya, Sambas, dan Sintang. Sebanyak 60 persen yang bergabung dalam komunitas adalah orang muda.

Dikatakan yang menjadi pembeda Property Plus dengan pengembang lain antara lain minimal 30-40 ada fasilitas umum dan fasilitas sosial, konsep keamanan, lebar jalan lingkungan minimal 7 meter, pagar keliling, serta yang lainnya.

April 10th, 2013 by . Posted in Berita
© Vantage Theme, business directory software created by AppThemes, powered by WordPress.

SEO Powered By SEOPressor